Hakikat dari "Pengetahuan"


Apa yang terlintas dibenak kita ketika  mendengar kata pengetahuan? Dimanapun tempat pasti membicarakan pengetahuan, misal di sekolah, bengkel, rumah sakit dan lain sebagainya. Namun apakah kita pernah mencari-cari tentang apa hakikat pengetahuan itu sendiri? Hakikat sebenarnya dari pengetahuan tidak lain adalah Al Quran. Al Quran merupakan sumber dari segala macam pengetahuan. Dimana Al Quran membagi pengetahuan menjadi 3 bagian, yakni pengetahuan akal, pengetahuan hati dan pengetahuan jiwa.

Pengetahuan akal, Al Qur’an mengajarkan kita pengetahuan yang masuk akal untuk mengetahui benar/salah. Di dalam surah di Al Quran banyak yang menerangkan tentang ilmu-ilmu alam semesta seperti menerangkan matahari, menerangkan bulan, menerangkan bumi dan lain sebagainya. Dimana dalam kita mempelajari pengetahuan akal ini selalu berkaitan dengan logika-logika.Untuk dapat menerima pengetahuan ini kita tidak boleh sombong( merasa sudah bisa, dan menganggap orang lain dibawahnya). Aplikasinya seperti ini, misal saja, dalam perkuliahan kita merasa dosen ataupun pengajar tidak berkompeten untuk menerangkan salah satu mata kuliah sehingga kita meremehkannya (sombong terhadanya), pastinya pengetahuan yang disampaikan dari mereka tidak  akan masuk kedalam otak kita karena logika kita tidak bisa menerimanya tertutup oleh sifat sombong tadi. begitu analoginya mungkin.

Pengetahuan hati, pengetahuan hati adalah pengetahuan yang hanya bisa diterima oleh hati. Logika akal pastilah menolak. Pengetahuan hati akan membuat manusia menjadi baik atau buruk. Satu kasus dari pengetahuan hati yakni sabar. Dalam Al Quran Surah Al Baqarah ayat 155 "dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar". Dalam logika hati dijelaskan bahwa sabar itu pada dasarnya menyenangkan ( Sabar -> Kebahagiaan), sangat berkebalikan dengan logika akal. Sebenarnya kita semua sudah diberi pengetahuan hati ini hanya saja ada yang hatinya sudah tertutup dan masih ada yang terbuka. Pertanyaanya, tertutup dari apa? Jawabannya jelas, lawan dari hati adalah dosa, dimana merupakan produk dari penyakit-penyakit hati. Bagaimana kita untuk bisa menjaga agar hati tetap terbuka? Menjauh dari dosa-dosa penyakit hati, istighfar dan bertaubat.

Pengetahuan Jiwa, pengetahuan yang hanya bisa diterima oleh jiwa.  Pengetahuan jiwa akan membedakan manusia menjadi mulia/hina. Perbedaan pengetahuan hati dengan jiwa adalah jika pengetahuan hati diamalkan maka seseorang hanya akan menjadi baik tapi jika pengetahuan jiwa yang diamalkan maka seseorang bisa menjadi mulia (kedudukan jiwa lebih tinggi). Dalam surah Al Fussilat ayat 34 " dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antar dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia". Coba kita logika dengan akal dan logika hati, gak masuk pastinya, akal menolak hatipun menolak, inilah yang membuat logika jiwa akan membuat manusia menjadi mulia bukan hanya sekedar baik saja. Dasar pemikirannya seperti ini, orang yang tidak baik terhadap kita itu sebenarnya menyerahkan dirinya kepada kita untuk dirubah. Terus tugas kita apa? Tugas kita ya merubah,, kita menerima dia dan menyerahkan dia kepada Allah dengan arti lain kita membalas keburukan dia dengan kebaikan. Pernah dengar cerita tentang sahabat nabi, Umar, bagaimana caranya yang tadinya menganggap dirinya musuh utam nabi berubah menjadi sahabat serta pelindung nabi. Itu semua karena kebaikan-kebaikan nabi yang meluluhkan hati umar yang dikenal kejam itu. Sesuai dengan ayat diatas bukan? orang yang memusuhi kita akan menjadi teman baik kita bahkan disebutkan terjadi dengan tiba-tiba (mendadak), sahabat umar dan nabi pun juga tiba-tiba waktu itu. Seketika umar ingin menjadi muslim. Nah pertaannya sekarang, apa yang menutupi jalan kita untuk menjadi pribadi yang mulia ( menguasai pengetahuan hati) yakni menghilangkan jiwa dari belenggu mencintai dunia. Dalam pengetahuan jiwa yang menjadi tujuan selalu adalah akhirat. Zuhud adalah salah satu cara untuk menguatkan jiwa.

Insyaallah, dengan ridho Allah kita dapat mengamalkan ketiga pengetahuan ini. Amin 

Komentar

Postingan Populer