Diskusi Maiyah : “Mabuk” kok sholat?

Diskusi maiyah mocopat syafaat malam ini sangat mengesankan. Mocopat syafaat kedatangan tamu teman-teman dari Magelang pimpinan Pak Tanto. Dalam kesempatan ini Pak Tanto dan timnya mempersembahkan pertunjukan kolaborasi Komunitas Lima Gunung yang diisi oleh Grup Wayang Banjaran Taman Jawa Dwipa yang menceritakan banyak hal. Beberapa diantaranya tentang tafsir, tadabur, dan penyelerasan terhadap budaya leluhur.
Dalam diskusi pada malam itu sempat muncul pertanyaan dari salah satu jamaah maiyah, Apakah seseorang yang sedang dalam kondisi mabuk boleh melaksanakan sholat? Apakah ada jenjang waktu tertentu untuk dia melakukan ibadah sholat?
Dalam melakukan ibadah sholat sendiri dibutuhkan jiwa yang sadar. Jadi ketika seseorang masih dalam keadaan mabuk dia tidak boleh melakukan ibadah shalat karena jiwa tidak dalam kondisi sadar ketika dia akan melakukan suatu hubungan dengan Allah SWT. Terus kapan dia boleh melakukan sholat? Ya sampai dia benar-benar sadar dari kondisi mabuk. Ketika dia sudah sehat secara jasmani dan rohani.

Tapi yang menjadi poin penting dalam diskusi ini bahwasanya kita kadang tidak menyadari bahwa sebenarnya kita juga sering dalam keadaan “mabuk” ketika melakukan ibadah sholat walaupun sebelumnya kita tidak minum minuman keras atau sejenisnya yang membuat kita tidak sadar. Kok bisa dalam keadaan mabuk? Coba kembali kita renungkan ketika kita melakukan ibadah sholat. Secara jasmani/fisik memang kita melakukan gerakan-gerakan sholat secara benar tapi dimana hati dan pikiran kita saat itu? Apakah hanya tertuju kepada Allah SWT semata? Kalo tidak, bagaimana kita tidak dalam keadaan “mabuk”? Terkadang ketika sholat yang kita niatkan sudah salah, ada yang karena riya dan ada karena terpaksa dalam melakukan. Belum juga pikiran kita yang entah melayang kemana-mana pada waktu melakukan sholat. Entah memikirkan masalah pekerjaan, keluarga, hutang, tugas dan lain-lain. Kondisi demikian sama halnya kita sholat dalam kondisi “mabuk”. Kita belum bisa menikmati sholat kita dengan tujuan berkomunikasi dengan Allah SWT. Yang kita lakukan hanya gerakan-gerakan dan bacaannya saja yang entah terkoneksikan dengan hati dan pikiran atau tidak.

Oleh karenanya, mari coba kita tanya kembali ke diri kita masing-masing, apakah kita masih dalam keadaan “mabuk” dalam melakukan ibadah sholat? Kalo belum, mari sama-sama untuk menata kembali niat kita dalam melakukan ibadah sholat dan memahami betul tentang pentingnya khusyuk dalam melakukan ibadah sholat. J J J

Komentar

Postingan Populer