Imajinasi Semu

Mungkin, setiap detik, menit, jam, hari dari hidup ini tak tak kan pernah lepas dari pembayangan, bisa dibilang juga imajinasi. Imajinasi merupakan anugerah dari Tuhan. Mungkin terlihat sepele, tapi sebagian besar orang yang sukses di dunia ini berawal dari imajinasi mereka. Imajinasi yang kadang tidak masuk akal, tidak relevan dengan kehidupan, tidak sejalan dengan pemikiran orang lain atau bahkan yang paling mengerikan adalah pemikran-pemikiran mereka yang tidak dapat diterima oleh khalayak umum.
 
Banyak orang-orang besar seperti, Albert Einsten, Thomas Alfa Edison, B. J. Habibie, Charles Babbage, Bill Gates dan yang lainnya di anggap sebagai orang gila dan aneh oleh khalayak umum atas ide-ide gilanya. Pada mulanya memang pemikiran-pemikirannya terlihat mustahil, bagaimana tidak? Mereka memaparkan suatu ide yang terkesan aneh dan mustahil untuk direalisasikan. Mungkin masyarakat umum lebih melihat dari aspek latar belakang orang tersebut, darimana dia berasal, bagaimana pendidikannya, latarbelakang keluarganya, dan hal-hal yang pernah dilakukan sebelumnya. Mereka mungkin tidak memperhatikan sejauh apa mereka belajar dan apa yang selalu ada dipikiran mereka. Suatu karya tidak hanya dihasilkan dari suatu imajinasi saja, pengetahuan khusus dan kerja keras juga sangat mendukung untuk tercapainya karya tersebut.

Dari imajinasi, mereka dapat melihat masa depan yang bahkan jauh lebih daripada sebelumnya, dan melalui pengetahuan khusus mereka dapat mengetahui apa yang akan mereka kerjakan di masa depan. Namun jika kita pikir-pikir kembali, darimana asalnya suatu pengetahuan? Jawabannya tidak lain adalah dari imajinasi itu sendiri. Bagaimana mereka bermain dengan imajinasi mereka sampai terciptanya suatu karya atau pengetahuan yang baru? Albert Einsten pernah mengutarakan “ imajinasi lebih penting dari pengetahuan.” dan juga penerima penghargaan Nobel, Frank Wilczek “baik imajinasi maupun pengetahuan adalah dua  hal yang sangat penting. Namun menurut Frank, pengetahuan tanpa imajinasi hanyalah hal-hal kering tanpa keindahan”.

Terkadang imajinasi kita muncul secara tidak terduga, entah itu lagi belajar, lagi mendengarkan musik, melamun, lagi diperjalanan, lagi di kamar mandi ataupun lagi dalam kondisi apapun. Banyak pemikiran-pemikiran yang terkadang tak masuk akal, pemikiran- pemikiran hebat yang terkadang membuat bulu kuduk merinding, juga terkadang menjadikan kita bersikap aneh senyum – senyum sendiri seperti orang gila seolah-olah membayangkan bahwa imajinasinya benar-benar terjadi. 
 
Mungkin kondisi yang sering menjadi setting dari bermunculnya imajinasi-imajinasi gila saya yaitu ketika berada di perjalanan. Bukan perjalanan menggunakan transportasi umum ataupun menggunakan mobil pribadi. Ya, hanya menggunakan sepeda motor saja. Dengan rute jalan Jogja – Magelang yang kurang lebih memakan waktu 1 jam perjalanan mampu membuat saya merinding dan senyum-senyum sendiri. Banyak sekali ide-ide gila yang sekedar mampir di angan-angan selama perjalanan, entah itu tentang cita-citalah, mengarang lagu, ide tentang menulis dan lain-lainnya. Terkadang sering heran sendiri, kok tumben ya bisa kaya gini? Kok bisa punya ide semacam ini? Kok bisa ya nada sama liriknya ngalir gitu aja, pas banget sama enak di didenger pas ngarang lagunya? Sampai pernah ketika hampir sampai rumah, tidak langsung pulang, malah muter-muter dulu entah kemana yang penting masih bisa ngrasain kondisi berimajinasi yang kadang sayang untuk di akhiri begitu saja. 

Memang tipe-tipe orang akan berbeda dalam kondisi untuk berimajinasi. Cari sendiri tipe-tipe kondisi kalian yang akan mengantarkan kalian untuk berimajinasi. Tapi jangan pernah untuk berpikir bahwa imajinasi-imajinasi yang muncul hanya sebatas angan-angan gombal saja. Karena di dunia ini tidak akan pernah muncul pengetahuan, pelajaran, fenomena ataupun suatu karya baru bilamana tidak disertai dengan berimajinasi sebelumnya.

Jangan takut untuk berimajinasi, Kawan.

Komentar

Postingan Populer